Laman

Sabtu, 19 April 2014

Berhati-hatilah dalam berkarya >:) Anime part 1

Permisi numpang lewat hehe ^_^

Tidak terasa blog ini sudah berjalan selama 5 tahun dan belum ada perubahan apa-apa... #lumayanmales :p *dilemparbata

Oke,, kali ini saya menjelaskan curahan hati saya. Tidak bermaksud merendahkan atau yang lainnya. Mungkin sebagian kecil (atau dari hati terkecil) ada yang berpendapat sama (kalau benar ada, mari kita berjabat tangan dahulu :D :D). Sekarang kita bahas tentang sebuah dunia bernama Anime.

Kalau jaman dulu yah tahun 99-an namanya animasi Jepang booming banget (kayak trend Korean Wave saat ini), anime itu...gambar 2 dimensi bergerak (waktu kecil pikirku sih begitu -_-). Berwarna, warnanya tidak kaku seperti dunia realita. Mungkin hal itulah yang membuat (sebagian besar) anak kecil suka melihatnya. Makanya banyak yang berasumsi kalau animasi itu konsumsinya anak kecil. Kemudian, setelah beberapa tahun istilahnya berubah menjadi 'anime'. 'Anime' dari kata 'Animasi' yang merupakan kata yang diadaptasikan di lidah orang Jepang.

Notabene bagi Ortu nih.
Anime jaman sekarang gak seSIMPEL itu. Tidak sesimpel jaman dulu lagi :-)

Ini cuma mengingatkan dan pengingat bagi diri saya sendiri :), sama-sama menasehati dan sebagai sesama J- lover nih. Tapi saya bukan otaku loh yah :/. Istilah otaku digunakan tergantung dari kebudayaan masing-masing negara. Kalau di Indonesia orang yang mengumpulkan anime, menonton anime, menggemari budaya Jepang saja itu disebut Otaku (katanya lo...). Di Jepang katanya sih lumayan over dibanding Indonesia.

Anime yang kita tonton bak sinetron yang meluncur deras setiap episodenya di setiap hari atau bulan. Tanpa terasa maupun berasa, secara tersirat maupun tersurat, baik langsung maupun tidak langsung,mempengaruhi jalan pikir kita (mungkin ada atau banyak yang sudah menyadari *tos dulu).




Banyak genre yang disediakan mulai dari yang biasa hingga di luar batas (sambil mengangkat dua jari). If you know what i mean ^^ *Astaghfirullah.. sama-sama beristighfar yuk :(

Anime adalah sebuah karya. Media penyampaian. Esensinya adalah menyampaikan nilai, nasehat, dan membentuk jalan pikiran manusia.

Koq anime ?? Kenapa gak yang lainnya aja kayak film-film horror Indo yang juga diluar batas??? sinetron juga tuh!! ceritanya sampah semua!!!

Karya itu banyak tidak hanya anime saja ya guys tetapi kita di sini mempersempit lingkup :-) Yuk, yuk,.. mari kalem semua saudara saudari seiman. Kita di sini saling mengingatkan satu sama lain. Karena ini adalah sebuah langkah kecil untuk menghalau semua hal yang negatif dari kita semua. Dimulailah dari yang tidak terlihat seperti kebiasaan kita :-)

Mari juga memperkecil dampak negatif dari anime :-). Dampak anime itu luar biasa tidak main-main. Dari sisi positif maupun negatifnya. Sedikit curahan hati yah, waktu ada orang cosplay dari suatu anime (tidak menyebut merek lo) dan mempraktikkan seperti yang diharapkan para penggemar genre y*oi (no offense ya dari para penggemar genre y*oi aka gay dan saya bukan hater :-) ) dengan imaginative couple-nya yang populer, saya kaget. Begitu jauhnyakah para cosplayer mempraktikkan hal seperti itu demi menarik fans-fans-nya??


Kemudian sebuah anime dan game dengan genre yang sama. Tapi kali ini pengisi suara alias seiyuu-nya. Ini yang lebih mengerikan lagi... (tidak usah diceritakan ya ^^ sepertinya tidak pantas ditulis di sini) 

Jujur saja. Awalnya saya juga sedikit demi sedikit menjadi fujo (istilah penggemar y*oi). Sejak kejadian seperti yang ceritakan ini saya merasa bersalah bukan main. (astaghfirullah... :-()


Ini bukan soal kesenangan kita atau bagaimana.


Mari kita menjadi manusia berperasaan. Apalagi perempuan niiih (karena mayoritas fans genre y*oi atau boys love  perempuan)... makhluk yang dikenal paling halus (memang makhluk halus ?) dan lembut sedunia.

Mari kita memikirkan bareng ya sistaa :)

Manusia adalah makhluk selalu tidak merasa puas. Selalu menginginkan yang lebih, lebih dan lebih bahkan sampai diluar batas. Kita berpikir lagi, bagaimana perasaan mereka? yang terpaksa melakukannya demi mengikuti minat 'pasar' yang lagi laris? Padahal awalnya normal saja bagaimana jika tiba-tiba mereka menjadi gay beneran? Salah siapa?? astaghfirullahaladzim... :'(( *nangis tersedu-sedu.

Koq y*oi aja sih yang dibahas??? Gimana yang cowok?? mereka saja diturutin maunya sama industri dengan genre e*chi dan fan-service juga!!

Mari woles duluu.. itu pembahasannya belakangan :-)Tapi buat yang cowok yaa. Mari dikontrol mata dan keinginannya. Itu termasuk zina mata loo. Ayo dihilangkan kebiasaannyaaa. Kebiasaan dari kaum Adam (yang semuanya merupakan calon pemimpin bagi keluarga) itu berefek kepada kaum Hawa. Mengertilah wahai para laki-laki, kaum Hawa mengikuti jika kaum Adam melakukan sesuatu.

yang Adam bertanya nih, Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan?

Banyak-banyaklah membaca dan mencari berita yang sedang terjadi saat ini. Melakukan aktivitas yang menyita waktu dan pikiran hingga lupa kebiasaannya. Banyak berkomunikasi dengan para aktivis ikhwan, jangan didiemin aja! Mumpung ada tempat buat konsultasi atau diskusi.  

Tapi disini saya mengingatkan untuk kaum saya hehe (kaum Hawa maksudnya :-p).

Sekian dulu, tulisan ini akan berlanjut lagi. Karena senin besok mau UTS mungkin saya posting sehabis UTS. Tetap semangat ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Song of the Day


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com